Surat Jual Beli Mobil

Surat Jual Beli Mobil, Apa Saja Fungsinya ?

Surat Jual Beli Mobil, Apa Saja Fungsinya ?  

Pada saat melakukan transaksi jual beli, ada sebuah dokumen yang merupakan syarat sahnya transaksi yang dilakukan. Dokumen tersebut adalah surat jual beli Mobil. Dengan adanya surat jual beli tersebut, maka transaksi yang dilakukan menjadi sah dan memiliki kekuatan hukum.

Surat Jual beli adalah sebuah bukti tertulis berupa dokumen yang memuat pihak penjual dan pembeli, keterangan yang mendetail tentang objek yang diperjualbelikan serta hak dan kewajiban masing – masing pihak.

Dalam membuat isi dari surat jual beli, kedua pihak memiliki kebebasan untuk mencantumkan isi dan keterangan mendetail tentang transaksi yang dilakukan, namun harus tetap sesuai denga ketentuan yang diatur dalam pasal 1320 KUHPerdata.

Jika ketentuan yang tertera dalam pasal tersebut dilanggar, maka jual beli yang dilakukan bisa saja dianggap tidak sah atau bahkan dianggap batal demi hukum.

Dokumen surat jual beli ini penting untuk dibuat bagi beragam transaksi baik itu jual beli tanah, jual beli rumah dan juga jual beli kendaraan bermotor.

Kali ini kita akan membahas mengenai surat jual beli mobil dan apa saja fungsinya.

Pada saat anda membeli atau menjual mobil, pastikan anda menyertakan Surat Jual Beli Mobil pada transaksi anda. Dengan demikian ada kejelasan status hukum mengenai transaksi yang anda lakukan agar tidak ada gugatan dimasa yang akan datang.

Dengan adanya Surat Jual Beli Mobil, maka perpindahan kepemilikan objek berupa mobil sudah sah dilakukan dan pihak pembeli berhak untuk membawa mobil setelah menyerahkan sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan kepada pihak penjual.

Surat perjanjian jual beli mobil ini dianggap sah apabila telah ditanda tangani diatas materai yang cukup oleh kedua belah pihak berikut saksi – saksi. Selain sebagai bukti telah terjadi transaksi jual beli, dokumen ini juga sangat dibutuhkan sebagai pelengkap administrasi saat akan mengurus surat kendaraan.

Pihak pembeli dan penjual harus sama – sama menyimpan salinan surat perjanjian dan benar – benar memahami isi dari setiap pasal dan kontrak yang bersifat mengikat di dalam surat tersebut, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Lantas, apa saja manfaat Surat Jual Beli mobil ini bagi pihak pembeli maupun penjual ?.

  • Untuk kepastian hukum dimana transaksi jual beli mobil terjadi secara sah dan mobil dijual oleh pihak yang berhak, dalam hal ini penjual dinyatakan sebagai pemilik sah dari unit mobil yang dijual.
  • Memberi kepastian pembayaran, dimana tercantum syarat pembayaran dengan nominal yang disepakati. Metode pembayaran harus dicantumkan apakah melalui transfer,cash atau secara kredit. Hal ini untuk menghindari adanya penipuan.
  • Surat jual beli mobil juga mencantumkan detail, spesifikasi dan kondisi mobil yang dijual agar diketahui oleh kedua belah pihak. Penjual harus jujur mengenai kekurangan yang ada pada mobil atau jika ada kerusakan sehingga pihak pembeli tidak dirugikan. Dalam hal ini harus dicantumkan syarat dan kondisi yang dapat ditempuh pembeli jika dikemudian hari menemukan kerusakan pada mobil yang tidak diungkapkan oleh penjual sebelumnya.
  • Dengan adanya surat jual beli maka penjual wajib untuk melakukan pemindahan kepemilikan mobil kepada pihak penjual secara resmi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Surat jual beli mobil ini merupakan dokumen yang sah secara hukum, sehingga dapat mencegah terjadinya gugatan atau komplain dari pihak tertentu.
  • Dalam surat perjanjian jual beli mobil, ada beberapa unsur yang harus dipenuhi dan dituangkan agar surat tersebut memiliki kekuatan hukum.
  • Tidak boleh sembarangan dalam menyusun surat ini karena setiap isinya bersifat mengikat sehingga apabila salah satu pihak melanggar atau bermasalah, maka surat tersebut akan menjadi dasar bagi salah satu pihak untuk mengajukan tuntutan.

Hal – hal yang harus dicantumkan di dalam surat perjanjian jual beli mobil adalah :

  1. Mencantumkan identitas kedua belah pihak seperti nama lengkap, alamat jelas, nomor KTP/identitas lain dan pekerjaan.
  2. Mencantumkan keterangan yang lengkap dan detail mengenai objek yang diperjualbelikan yaitu mobil.
  3. Mencantumkan nama merk dan type mobil, warna, spesifikasi, nomor rangka mesin, nomor STNK dan BPKB.
  4. Mencantumkan keterangan tambahan mengenai kondisi mobil pada saat transaksi terjadi. Jelaskan secara rinci bahwa mobil tidak dalam keadaan sengketa atau sedang dijaminkan kepada pihak ketiga. Juga harus dituliskan apabila mobil mengalami kerusakan atau ada bagian yang harus diperbaiki.
  5. Mencantumkan nominal yang harus dibayarkan oleh pihak pembeli dan metode pembayaran yang disepakati, apakah pembayaran akan dilakukan secara tunai, transfer atau secara kredit.
  6. Mencantumkan kesepakatan untuk proses balik nama, proses administrasi dan biaya yang timbul.
  7. Mencantumkan langkah hukum yang harus ditempuh apabila ditemukan pelanggaran atau indikasi kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pihak.
  8. Mencantumkan tanggal perjanjian atau transaksi dibuat dengan jelas.

Setelah Surat Perjanjian Jual Beli ditandatangani diatas materai yang cukup dan disaksikan oleh saksi-saksi, maka pembeli wajib menyerahkan uang pembayaran dan penjual wajib menyerahkan dokumen kelengkapan mobilnya yaitu berupa :

BPKB dan STNK

Penjual harus dipastikan memiliki STNK dan BPKB yang sah dan berstempel Polri dan memiliki stiker hologram sebagai bukti kepemilikan atas mobil yang ia jual. Keterangan detail mengenai motor yang dituangkan dalam surat perjanjian jual beli harus persis sama seperti keterangan yang tertulis dalam STNK dan BPKB.

Faktur

Pada saat transaksi jual beli sudah selesai dilakukan, penjual harus menyertakan faktur pembelian mobil. Dalam faktur ini ada keterangan mengenai pemilik dan spesifikasi kendaraan sehingga akan menguatkan keterangan dari aspek kepemilikan mobil tersebut. Jika mobil yang dijual sudah berusia diatas 15 tahun dan faktur pembeliannya masih ada,hal ini akan meningkatkan daya jual mobil tersebut.

Form A

Form A adalah dokumen yang perlu diserahkan penjual apabila unit mobil bekas yang dijual nya adalah model CBU. Surat ini berisi keterangan mengenai import kendaraan yang diperjual belikan. Dalam form ini tercantum merek, tipe mobil, tahun pembuatan, nomor rangka dan nomor mesin.

Pastikan bahwa data yang tercantum pada Form A haruslah sama dengan BPKB.

Kwitansi jual beli

Dokumen penting lainnya yang harus ada untuk melengkapi surat perjanjian jual beli adalah kwitansi. Kwitansi ini memuat keterangan mengenai jumlah nominal uang yang disepakati untuk dibayarkan oleh pihak pembeli kepada penjual. Kwitansi ini ditandatangani diatas materai yang cukup oleh pihak penjual  berikut saksi. Jangan lupa untuk menyertakan copy identitas yang berlaku, satukan dengan kwitansi tersebut menggunakan staples.

Setelah transaksi selesai dilakukan dan surat perjanjian jual beli mobil sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak, maka transaksi dianggap sudah sah dan memiliki kekuatan hukum yang mengikat kedua belah pihak.

Salah satu pihak dapat mengajukan tuntutan apabila dikemudian hari menemukan kecurangan.

Mengingat pentingnya dokumen ini, pastikan anda tidak melupakannya ketika melakukan transaksi jual beli mobil.

Demikian pembahasan mengenai Surat Jual Beli Mobil dan fungsinya, semoga bahasan kali ini bermanfaat.

Bagikan Artikel ini Juika Kamu erasa Bermanfaat, Kebaikan Kamu Solusi Buat Mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *